Generasi muda Dayak

latihan tari perang suku kenyah

latihan tari perang suku kenyah

Minggu, 27 September 2009, Pampang Samarinda Kaltim, 20 menit dari terminal Lempake.

Minggu sore ini terasa berbeda dengan berkumpulnya puluhan pemuda-pemudi Suku Dayak Kenyah Pampang.  Mereka berkumpul didepan balai lamin Adat untuk melakukan gladi bersih sebuah tarian massal yang akan segera mereka lakukan disebuah acara di kota Samarinda.

Tampak sibuk memberikan latihan dan instruksi dua orang tokoh kesenian yang mewakili tokoh tua dan tokoh muda.  Mereka adalah Martinus usat mewakili tokoh muda dan Amai Pujang mewakili tokoh tua.

Semangat generasi muda Dayak Pampang dalam melestarikan budaya ini patut diacungi dua jempol, mengingat masih minimnya perhatian dari pemerintah daerah dalam mensupport desa Budaya Pampang.  ( oleh frans aso )

gadisSunday, September 27, 2009, Pampang Samarinda East Kalimantan, 20 minutes from the terminal Lempake.

Sunday this afternoon felt different with the gathering of dozens of young Pampang Dayak Kenyah tribe. They gathered in front of the hall Lamin Ceremony rehearsal for a mass dance which will soon show they do in the city  Samarinda.

Look busy providing training and instruction of two figures representing the arts of old and young leaders. They are represented usat Martinus young people and leaders representing Pujang Amai old.

The spirit of the young generation in preserving the Dayak culture Pampang deserve  thumbs praised, considering the lack of attention from local governments in supporting village Pampang Culture. (by frans aso)

Iklan
Published in: on September 28, 2009 at 1:43 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,

Tarian tradisional Dayak Kenyah

Panglima Sumpit Menari

Panglima Sumpit Menari

Saksikan hanya di Balai Lamin Adat Pampang Samarinda Kaltim, 20 menit dari terminal lempake, setiap hari minggu jam 14.00 s/d 15.00 wita

Tari MENYUMPIT / Tari BERBURU , adalah tarian yang langka. tarian ini amat jarang dipentaskan, karena dalam tarian ini selain kepandaian dalam menari, namun penari juga harus memiliki keahlian dalam menggunakan senjata Tradisional SUMPIT.

Tarian Sumpit yang kadang dipentaskan, biasanya hanya sekedar tarian dengan membawa-senjata sumpit, namun berbeda dengan di Pampang. Tarian sumpit di Pampang selain semuah rangkaian tarian, juga akan dipertontonkan cara menggunakan senjata Sumpit tersebut secara nyata. Anda akan melihat dengan mata kepala sendiri dimana aanak sumpit menancap di balok-balok kayu yang keras.

Ini adalah tarian langka, yang hanya bisa dilihat di Pampang, dan setiap menyaksikan tarian ini penonton akan senantiasa tegang dan heboh.  Situasi akan semakin hebah jika Panglima Sumpit sendiri yang melakukan tarian tersebut. jika beruntung anda bisa berfoto dengan Panglima Sumpit.  (oleh frans aso )

—-> Witnessed only in Central Lamin Samarinda Kaltim Indigenous Pampang, 20 minutes from the terminal lempake, every Sunday at 14:00 s / d 15:00 wita

SUMPIT Dance / Dance BERBURU, is a rare dance. This dance is very rarely performed, because in this dance than skill in dancing, but dancers must also have expertise in using weapons Traditional SUMPIT.

Chopsticks are sometimes dance performed, usually only dance with chopsticks weapons, but unlike in Pampang. Pampang chopstick dance in the dance circuit in addition semuah, will also be shown how to use these weapons in real Chopsticks. You will see with my own eyes where aanak chopsticks stuck in the wooden beams that hard.

This is a rare dance, which can only be seen in Pampang, and every spectator watching this dance will always tense and excited. The situation will become Commander Chopsticks amazing own if doing the dance. if you are lucky you can take pictures with the Commander of the Chopsticks. (by frans aso)

Published in: on September 27, 2009 at 4:10 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

Tari LELENG, tarian kebersamaan dengan pengunjung

Tari Leleng

Tari Leleng

Minggu, 27 September 2009 jam 14.00 s/d 15.00 wita
Taman Wisata Budaya Pampang, Samarinda Kaltim
20 menit dari terminal Lempake

Pengunjung Pampang hari ini membludak, hampir semua tempat duduk terisi dan dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menyaksikan tarian khas suku Dayak Kenyah . pada awalnya pengunjung yang datang hanya beberapa mobil saja, namun begitu memasuki jam 14.00 wita, secara bergelombang pengunjung berdatangan. Para pengunjung terdiri dari wisatawan Lokal dan wisatawan asing, ada beberapa diantaranya adalah mahasiswa dari Polandia dan Jepang.

Tidak sia-sia karena tarian yang ditampilkan hari ini cukup lengkap, sehingga pengunjung kelihatan amat puas, tepuk tangan terdengar bergemuruh setiap menyaksikan tarian-tarian yang ditampilkan.

Jika anda menyaksikan tarian diPampang, maka jangan buru buru pulang, karena di tarian terakhir akan ditampilkan tarian LELENG, yaitu tarian kenersamaan, yang ditarikan oleh para penari yang telah tampil. Dalam tarian ini pengunjung diajak turut serta untuk ikut menari, hal ini bisa menjadi petualangan dan kenangan tersendiri bagi anda. Pada hari minggu ini para pengunjung amat antusias ikut menari dalam tarian LELENG.

Setelah tarian LELENG, anda bisa minta foto bersama dengan para penarinya, dengan ibu telinga panjang, atau dengan tetua suku. Tidak perlu takut, anda cukup beli tiket untuk foto dan katakan minta mau foto dengan siapa, maka orang yang anda maksud akan dipangilkan. Kalo beruntung anda bisa berfoto dengan Panglima Sumpit, karena panglima Sumpit (penari sumpit) kadang tidak mau diajak berfoto. (oleh frans aso )

foto dengan Panglima Sumpit

foto dengan Panglima Sumpit

Sunday, September 27, 2009 at 14:00 s / d 15:00 wita
Cultural Park Pampang, Samarinda East Kalimantan
20 minutes from the terminal Lempake

—>Visitor booming Pampang today, almost all the seats filled and filled with visitors who want to see the typical dance of Dayak Kenyah tribe. visitors who initially came only a few cars only, but once entered wita 14:00 hours, guests arriving in waves. The visitors consisted of local tourists and foreign tourists, there are a few of them are students from Poland and Japan.

Not in vain because the dances are presented fairly complete today, so the visitors looked very satisfied, thunderous applause every witness dances are shown.

If you watch the dance diPampang, so do not hurry hurry home, because in the last dance will be displayed LELENG dance, which dance kenersamaan, which danced by the dancers who have appeared. In this dance of guests invited to take part to participate in dance, this can be an adventure and special memories for you. On the day of this week the visitors danced very enthusiastically participate in the dance LELENG.

After the dance LELENG, you can ask for photos together with the dancers, with long ears mother, or with tribal elders. No need to fear, you just buy tickets for the photos and asked to photograph say with whom, the person you are meant to dipangilkan. Kalo lucky you can take pictures with the Commander of Chopsticks, because the commander of Chopsticks (dancer chopsticks) sometimes not wanted to have their pictures taken. (By frans aso)

Published in: on September 27, 2009 at 3:34 pm  Comments (2)  
Tags: , , ,

Kawin ADAT Dayak Kenyah, tradisi yang hampir ditinggalkan

Kawin  ADAT  Dayak Kenyah,

Seiring dengan arus modernisasi, maka tradisi dan budaya terkadang mulai tersamarkan bahkan terkikis ouforia berlabel modern.  Hal tersebut juga tengah menimpa masyarakat Dayak, terutama yang telah tinggal diperkotaan.  Sebagian besar dari mereka justru telah meninggalkan tradisi tersebut.

Disinilah keberadaan Desa Budaya Pampang menjadi teramat penting dan sentral sebagai Desa Cagar Budaya Suku Dayak Kenyah.  Di tempat ini dengan segala kesederhanaan masyarakat dayak Kenyah berjuang mempertahankan tradisi dan budayanya.  Selain atraksi kesenian rutin yang dilakukan setiap hari minggu,  setiap acara pernikahan, akan selalu ditutup dengan ritual pernikahan adat.

Acara Pernikahan Adat ini masih dirasa penting oleh warga Pampang untuk mempertahankan tradisi leluhur.  Biasanya dalam Pernikahan Adat akan diawali dari rumah mempelai berupa arak-arakan  menuju Lamin (Rumah Pamjang tempat acara nikah adat). Sesampai di depan Lamin akan disambut oleh sederetan penari dan tetua suku, untuk dilakukan ritual penyambutan memasuki lamin sebagai syarat agar acara dapat berlangsung dengan baik dan lancar.  Setelah itu mempelai akan diarak naik kedalam Balai Lamin untuk mengikuti acara puncak ritual nikah adat.  Acara Nikah adat akan dipimpin oleh para Tetua Suku.

Setelah ritual selesai, acara akan diakhiri dengan atraksi tarian. Disini kedua mempelai dan keluarga mempelai diwajibkan untuk menyumbangkan tarian sebagai wujud suka cita.  Setelah tarian selesai maka kedua mempelai akan diarak kembali menuju rumah. (oleh  frans aso )  …

DSC00222—-> Wedding Ceremony Dayak Kenyah,
Along with the current modernization, the traditions and culture began masked sometimes ouforia labeled eroded even modern. It would also override the Dayak community, especially those who have lived the cities. Most of them actually have to leave tradition.

Culture Village is where the existence of Pampang become extremely important and central as the Heritage Village Dayak Kenyah tribe. In this place with all the simplicity dayak Kenyah communities struggling to maintain tradition and culture. In addition to arts attractions routinely conducted every day of the week, every wedding, will always be closed with the customary marriage rites.

Traditional wedding event is still considered important by the citizens Pampang to maintain ancestral traditions. Usually in the Wedding Ceremony will be preceded by the bride’s house in the form of the procession to the Lamin (Long House where traditional marriage ceremony). Arriving in front of the Lamin will be greeted by an array of dancers and tribal elders, to be entered Lamin welcoming ritual as a condition for the event can go well and smoothly. After that the bride would be led into the Hall Lamin up to attend summit customary marriage rites. Marriage custom event will be led by Tribal Elders.

After the ritual finished, the event will end with a dance attractions. Here the bride and the bridegroom’s family is required to contribute a dance as a form of joy. After the dance is complete then the bride would be led back to the house. (by frans aso) …

Published in: on September 23, 2009 at 3:11 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Enggang Terbang, tarian khas Dayak Kenyah Kalimantan Timur

frans aso

frans aso

Tarian Enggang terbang adalah tarian khas suku Dayak Kenyah. Ditarikan oleh sekelompok gadis suku dayak dengan mengenakan hiasan dikepala bermotif  burung enggang.

Dalam setiap pementasan tarian di Desa Budaya Pampang, tarian ini menjadi tarian wajib, dan selalu ditarikan. Tarian enggang terbang ini mengisahkan perpindahan masyarakat Dayak dari satu tempat ke tempat lainnya secara berkelompok.

Selain tarian Enggang terbang beberapa tarian wajib yang hampir selalu ditarikan adalah : Tari Gong, Tari Anyam Tali, dan tari Undo’ Aban.  Sebagai penutup lambang persatuan dan persahabatan akan ditampilkan tarian Leleng, dimana dalam tarian ini para pengunjung diundang bergabung untuk menari bersama sama.

—>Enggang Terbang dance  is typical Dayak Kenyah tribe. Danced by a group of girls wearing the Dayak motif pat on the head ornaments of birds Enggang.

In each of the dance performances at the Culture Village Pampang, this dance became compulsory dances, and always danced. Enggang Terbang dance tells the Dayak movement from one place to another in groups.

In addition to several Enggang Terbang  dance compulsory dance that is almost always danced: Gong Dance, Anyam Tali Dance , and dance Undo ‘Aban. In closing symbol of unity and friendship will be displayed Leleng dance, which in this dance of the guests invited to join together to dance togethe  ( by frans aso )

Published in: on September 17, 2009 at 1:05 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Presiden 7 hari, suku Dayak Kalimantan

Asyik juga ngobrol dengan Amai Pebulung , seorang tetua Suku Dayak Kenyah Pampang.

Usianya sudah diatas 100 tahun, berjalan dengan dibantu tongkat, namun wajahnya senantiasa ceria, tatapan matanya tetap berbinar dan tajam, muka cerah penuh persahabatan.

Jika ngobrol dengan Amai Pebulung, anda tidak akan pernah bosan…beliau sanggup bercerita berjam-jam, gayanya yang ceria dan kocak dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar akan memberikan anda petualangan inspirasi, apalagi bagi anda yang suka menulis dan suka sejarah.

Mau membuat tulisan tentang asal usul Suku Dayak, atau asal usul Warga Dayak Pampang? tak perlu jauh jauh, anda akan mendapat informasi dari sumbernya langsung.  Saya termasuk orang yang beruntung karena sering ketemu beliau, salah satunya adalah kisah beliau bahwa beliau pernah menjadi PRESIDEN selama 7 hari……

Mau tau ceritanya…Jika anda kebetulan ada diSamarinda atau merencanakan perjalanan ke Samarinda  luangkan waktu berkunjung ke Pampang dan ketemu Amai Pebulung,  maka anda akan dapat cerita langsung dari sumbernya…. (by frans aso)

Published in: on September 16, 2009 at 1:59 pm  Comments (2)  
Tags: , , , ,

Mau ketemu Aku ? Datang ke Pampang

Selamat Datang

Selamat datang di Pampang, Desa wisata Budaya bukan buatan, tapi real pemukiman Suku Dayak Kenyah. Mudah di jangkau, hanya 20 menit dari terminal Lempake Samarinda utara ke arah Bontang… Mau ketemu aku..? Kunjungi Pampang…siapa bilang lepok Dayak itu menakutkan…!!!

Info lengkap, silahkan kupas blog ini… (by frans aso)

Obyek wisata Samarinda, Cultural Tourism

DAYAK KENYAH FAMILY Pampang, 20 menit dari terminal Lempake Samarinda Utara, adalah   Obyek wisata samarinda yang khas dan menarik.

Kampung dipinggir kota yang didiami oleh warga Suku Dayak Kenyah, dengan jumlah penghuni sekitar seribu jiwa.  Jika kita sedang melakukan perjalanan diKota Samarinda dan kebetulan pada hari minggu,  Pampang bisa menjadi pilihan kunjungan yang menarik.

Jika kebetulan anda menginap di hotel-hotel kota samarinda, dan ingin mengadakan perjalanan wisata menghabiskan libur minggunya, maka informasi ini boleh dipertimbangkan ( Tour Guide ) :

1. 08.00 wita : bangun pagi trus mandi (kata alm. mbah Surip) dan makan pagi.

2.09.00 wita : berkunjung ke Kebun Raya Samarinda (menikmati wisata alam )

3. 11.30 wita : berkunjung ke air terjun Tanah Merah (wisata alam air terjun )

4. 14.00 wita : berkunjung ke Wisata Budaya Pampang ( wisata Budaya Suku Dayak Kenyah, menyaksikan atraksi Budaya  mulai acara jam 14.00 s/d 15.00 ).

5. 16.00  wita : kembali ke base  , wah dah lengkap……………

inilah denahnya   —–>denah pampang by  frans aso.

Published in: on September 15, 2009 at 12:33 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Puasa, Pengunjung Pampang berkurang

Minggu,  13 September 2009 ,

anak Dayak Bertepatan dengan bulan puasa, berdampak pada kunjungan wisatawan ke Pampang. Selama bulan puasa ini pengunjung sedikit berkurang. Namun demikian menurunnya jumlah pengunjung ini tidak mempengaruhi warga Pampang dalam menampilkan atraksi seni dan budayannya.  ” Memang biasanya bulan puasa agak sepi pengunjung, namun tahun ini jumlah pengunjung selama puasa jauh lebih banyak daripada tahun lalu “,  Atraksi seni budaya ini adalah acara rutin, sehingga ada ataupun tidak ada pengunjung kami akan tetap menari”  demikian disampaikan oleh Amai Pujang, beliua adalah ketua seksi kesenian Pampang.   Pernyataan tersebut bukanlah omong kosong, terlihat dari jumlah tarian yang ditampilkan lengkap dan tetap bersemangat… tak urung tampilan tersebut tetap memukau para pengunjung yang sebagian warga negara asing tersebut.

Dalam minggu, ini Pampang akan ramai dikarenakan adanya acara Pekan Remaja. Pekan Remaja ini akan berlangsung selama 1 minggu dan dibuka pada hari selasa 15 September 2009. Dalam acara pekan remaja biasanya akan banyak dilakukan kegiatan, diantaranya pertandingan olah raga, kesenian dll. Para peserta biasanya akan menginap dirumah-rumah warga Pampang. Dari sinilah kita bisa melihat persatuan dan kebersamaan warga Dayak Kenyah yang masih berlangsung dan terjaga sampai saat ini.  ( by frans aso )

Published in: on September 14, 2009 at 12:25 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

Myth MANDAU FLY, an astonishing fact

Panglima Sumpit At the time of inter-ethnic riots Occurrence in Sambas and Sampit, many    developing story about the phenomenon Mandau Fly: (Mandau who could fly would auto target, can choose and decapitate the enemy). It is quite thrilling and make anyone shudder learn.

All returned to the hearing, believe it or not. However, many testimonies that confirmed the truth of these phenomena.

Whatever the story must be underlined that Mandau is a traditional weapon Dayak tribes. Mandau has become a symbol of strength, a symbol of justice, a symbol of unity and a symbol of the life of the Dayak tribe.

For the Dayak, bringing Mandau everywhere are common, no need to worry. To revoke Mandau should not be arbitrary, there are rules. Mandau not be used to threaten other people, either one could get the customary fine. New Mandau  from its sheath will be withdrawn only if the conditions very driven to defend themselves, and said to each Mandau  out of the holster must have victims.

Mandau  flying could allegedly committed by tribe elders who have a higher supernatural power, through a certain ritual eating Mandau  will be flying off to find the target, almost certainly Mandau  will not misplaced. Mandau flies and ritual will be performed only in emergency conditions for very  keep alive  life.

There was testimony that can not be accepted by common sense, the incident in Sampit few years ago where there is ethnic Chinese family, with an attendant from a particular ethnic. The house is in a closed condition, they are all in the house, but suddenly the maid’s neck was cut with blood. Because of the fear and trauma, so he thought long without one ethnic Chinese family that was also left home with only take items can be brought back to the makeshift city of Malang.

Yes Mandau Fly stories between myth and reality … .. (by frans aso)

Published in: on September 11, 2009 at 9:30 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,