Ritual Pemakaman Kepala Adat

PAMPANG, 20 menit dari terminal Lempake Samarinda Utara, Kalimantan Timur.

Kepala Adat / Kepala Suku, dalam tradisi kehidupan masyarakat Dayak menjadi sosok yang lebih dihormati daripada tokoh pemerintahan seperti RT atau Lurah.  Kepala Adat menjadi tokoh sentral dalam kehidupan masyarakat adat.

Segala permasalahan yang timbul ditengah masyarakat, akan terselesaikan apabila kepala adat turun tangan. Biasanya Kepala Adat akan dipilih dari orang yang memiliki keturunan bangsawan.

Penghormatan terhadap kepala Adat akan dilakukan oleh warga bahkan sampai dengan saat kepala Adat tersebut meningal dunia. Upacara dan ritual adat akan dilakukan secara besar besaran melibatkan seluruh warga.  Hal tersebut masih terjadi di desa budaya Pampang.

Pada saat kepala Adat meninggal dunia,  akan disemanyamkan di Balai Lamin Adat, jenasah akan disemayamkan selama beberapa hari dengan tujuan menunggu kedatangan sanak keluarga dari berbagai daerah di pedalaman Kaltim. Selama berhari-hari masyarakat secara bergotong royong bahu membahu mempersiapkan tempat pemakaman, upacara pemakaman dan peti jenasah.  Peti jenasah dibuat dari gelondongan kayu ulin besar yang di beri lubang ditengahnya dan bagian luarnya akan diukir.  Sementara di lokasi pemakaman disiapkan rumah  dari kayu ulin beratap sirap untuk melindungi lubang kubur, juga disiapkan nisan terbuat dari gelondongan kayu ulin yang diukir.

Pada waktu yang telah dijadwalkan , jenasah/peti jenasah  akan diletakkan diatas rangkaian puluhan batang bambu dan diangkat oleh ratusan warga. Ritual acara pemakaman akan dipimpin oleh orang khusus dan beberapa pendeta. Selama arak-arakan akan diiringi oleh warga dan pasukan perang dengan pakaian adat lengkap.  (oleh frans aso )

Makam—-> Pampang, 20 minutes from the terminal Lempake North Samarinda, East Kalimantan.

Head Ceremony Chieftains, in the tradition of the Dayak community life figure who is more respected than the government figures such as RT or Lurah. Traditional head into the central figure in the lives of indigenous peoples.

Any problems that arise in the middle of society, will be resolved if the chiefs to intervene. Traditional Head will usually be chosen from those who have royal blood.

Respect for customary chief would be carried out by people even up to the head of the Indigenous meningal world. Customary rites and rituals will be performed on a large scale involving all citizens. This is still happening in villages Pampang culture.

At the time of death Indigenous head, will in the Central disemanyamkan Indigenous Lamin, the body would rest for a few days with the goal waiting for the relatives of the various regions in the interior of East Kalimantan. For days the community work together hand in hand to prepare the cemetery, funeral and casket body. Casket body is made from ironwood logs large hole in the berries and inner be carved on the outside. While the location of the funeral home prepared ironwood shingle roofs to protect the grave, also prepared headstone made of logs carved ironwood.

At the scheduled time, the body / casket will be placed above the body of a series of dozens of bamboo stems and appointed by the hundreds of citizens. Funeral ritual will be led by a special person and a priest. During the procession will be accompanied by the citizens and the army with full traditional costume. (by frans aso)

Published in: on Oktober 1, 2009 at 1:15 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://pampangsuniaso.wordpress.com/2009/10/01/ritual-pemakaman-kepala-adat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: