Enseval PT, perusahaan Farmasi Pertama

panglima Enggang

panglima Enggang

Dibawah komando Panglima ENGGANG (banch manager), PT Enseval Putera Megatrading, Tbk mengadakan acara sekaligus wisata ke Pampang. tak tanggung tanggung sekitar 250 karyawan beserta keluarga memenuhi balai lamin.

“Dalam kesempatan yang baik ini, kami sengaja membawa karyawan & keluarga ke Pampang, agar karyawan lebih mengenal dan mencintai budaya khas Kaltim ini juga untuk mendukung program CSR yang sedang didengungkan oleh Perusahaan..” demikian dikatakan oleh Panglima ENGGANG ( branc manager PT Enseval Samarinda)

Selain PT. Enseval, PT Kalbe Farma Samarinda dibawah komando Bpk. Nyarmin, juga mulai bersedia memberikan support dari sisi promosi wisata Pampang dengan membuat spanduk-spanduk yang terpasang dibeberapa sudut kota beberapa waktu yang lalu.  ( oleh frans aso )

—>Under the command of Commander ENGGANG (banch manager), PT Enseval Putera Megatrading, Tbk held at the same time to Pampang tour. not bear responsibility approximately 250 employees and their families meet Lamin hall.

“In this excellent opportunity, we are deliberately bringing employees & families to Pampang, so that employees get to know and love the unique culture of East Kalimantan also to support the CSR program being buzzed by the company ..” it was said by the Commander of the ENGGANG (branc manager of PT Enseval Samarinda)

In addition to PT. Enseval, PT Kalbe Farma Samarinda under the command of Mr. Nyarmin, also began willing to provide support in terms of tourism promotion Pampang by making banners that were installed in some corner of the city some time ago. (By frans aso)

Telinga Panjang

frsTelinga Panjang menjadi ciri khas orang Dayak, pada jaman dahulu hampir semua orang Dayak baik laki laki maupun perenpuan bertelinga panjang.  Menurut Amai Pebulung ( seorang tetua suku Dayak Pampang ), Orang dayak  dahulu banyak hidup di hutan, ingin membedakan antara manusia dengan monyet, “Jika telinganya pendek berarti dia itu monyet…..” demikian dikatakan oleh amai Pebulung sambil tertawa terkekeh kekeh…

Untuk kaum wanita jika telinganya semakin panjang dan bandul telinganya semakin banyak maka dia semakin cantik. Untuk kaum lelakinya biasanya bandul telinganya dibuat ukir-ukiran.

Di desa Pampang masih ada beberapa ibu-ibu yang bertelinga panjang, dan juga beberapa tetua adat yang masih bertelinga panjang. Sementara itu untuk generasi mudanya sudah tidak lagi membuat teliga panjang  ( oleh frans aso )

—-> Ear length is characteristic of the Dayaks, in the past almost everyone either male Dayak and long-eared women. According Amai Pebulung (A Pampang Dayak tribal elders), The first dayak many live in the forest, to distinguish between humans and monkeys, “If the short ears mean he’s a monkey …..” Thus Pebulung Amai said with a laugh  …

For women if the ears get longer and more ear pendant she was more beautiful then. For the boys usually pendant ears made carvings.

In the village Pampang there are still some mothers who are ear length, and also some traditional elders who are long-eared. Meanwhile, for the younger generation no longer make long ears (by frans aso)