Telinga Panjang

frsTelinga Panjang menjadi ciri khas orang Dayak, pada jaman dahulu hampir semua orang Dayak baik laki laki maupun perenpuan bertelinga panjang.  Menurut Amai Pebulung ( seorang tetua suku Dayak Pampang ), Orang dayak  dahulu banyak hidup di hutan, ingin membedakan antara manusia dengan monyet, “Jika telinganya pendek berarti dia itu monyet…..” demikian dikatakan oleh amai Pebulung sambil tertawa terkekeh kekeh…

Untuk kaum wanita jika telinganya semakin panjang dan bandul telinganya semakin banyak maka dia semakin cantik. Untuk kaum lelakinya biasanya bandul telinganya dibuat ukir-ukiran.

Di desa Pampang masih ada beberapa ibu-ibu yang bertelinga panjang, dan juga beberapa tetua adat yang masih bertelinga panjang. Sementara itu untuk generasi mudanya sudah tidak lagi membuat teliga panjang  ( oleh frans aso )

—-> Ear length is characteristic of the Dayaks, in the past almost everyone either male Dayak and long-eared women. According Amai Pebulung (A Pampang Dayak tribal elders), The first dayak many live in the forest, to distinguish between humans and monkeys, “If the short ears mean he’s a monkey …..” Thus Pebulung Amai said with a laugh  …

For women if the ears get longer and more ear pendant she was more beautiful then. For the boys usually pendant ears made carvings.

In the village Pampang there are still some mothers who are ear length, and also some traditional elders who are long-eared. Meanwhile, for the younger generation no longer make long ears (by frans aso)

Video Seni Tradisional suku Dayak Pampang

Atraksi kesenian suku dayak Kenyah ini bisa disaksikan secara rutin setiap hari minggu antara jam 14.00 s/d 15.00 WITA bertempat di Balai Lamin Adat Pampang Samarinda Kalimantan Timur.

Jaraknya cukup dekat dari pusat kota Samarinda, dari Terminal Lempake hanya 20 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Komitment para tetua adat dan masyarakat Pampang atraksi ini akan terus dilestarikan walaupun perhatian dari pemerintah amat memprihatinkan.

“Kami menari bukan semata-mata karena uang, tetapi kami ingin melestarikan Budaya warisan para leluhur” demikian kata seorang tetua adat. Semoga saja terjadi suatu keajaiban, sehingga Pemda Kaltim yang kaya raya ini dapat memberikan perhatian serius terhadap sektor Budaya, para pengusaha yang peduli terhadap citra budaya Kaltim, sudah saatnya kita memulai sekecil apapun berani memulai itu lebih baik…. ( oleh frans aso )

Potong rambut—-> Attractions Dayak Kenyah art can be seen on a regular basis every day of the week between the hours of 14:00 s / d located at Central 15:00 Lamin Indigenous Pampang Samarinda in East Kalimantan.

The distance is close enough from the center of Samarinda, the Terminal Lempake only 20 minutes journey by motor vehicle. Commitment of indigenous elders and community Pampang this attraction will continue to be preserved even if the attention of the government is very concerned.

“We dance not solely because of money, but we want to preserve the culture heritage of the ancestors” said an indigenous elder. Let’s hope a miracle occurs, so that local government of a wealthy East Kalimantan can give serious attention to the culture sector, the businessmen who care about the image Kaltim culture, it’s time we start the slightest courage to start it better …. (By frans aso)

Pampang diserbu 250 personel pasukan Enggang

enseval pampangMinggu,  11 Oktober 2009   Pampang Samarinda, menjadi hari yang bersejarah bagi Desa Pampang.  Sejak pukul 07.30 pagi kesibukan sudah mulai terasa.  Sekitar jam 10 pagi sekitar 250 personel pasukan ENGGANG mulai tiba di Pampang, mereka datang dengan menggunakan 2 buah bus dan belasan mobil….

Di depan Balai Lamin, beberapa tetua adat telah siaga menyambut , dan tepat jam 10.15 wita pasukan ENGGANG tiba didepan Lamin dalam posisi berhadap-hadapan langsung dengan para tetua adat Dayak … beberapa saat kemudian situasi mulai terlihat tegang …

Namun sejurus kemudian, terlihat sambutan dan keakraban diantara mereka…, ternyata pasukan ENGGANG tidak hendak menyerbu Balai Lamin, tetapi mereka sedang mengadakan kunjungan dalam rangka peringatan Ulang Tahun korp mereka  PT. Enseval Putera Megatrading Tbk.  yang sedang merayakan ulang tahun ke. 36.

tumpengPT. Enseval Putera Megatrading adalah Perusahan Besar Farmasi Nasional yang terkemuka di Indonesia, dengan cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan jumlah kantor cabang sekitar 40 cabang tersebar dari propinsi DI Aceh sampai dengan Papua.

Minggu, 11 Oktober 2009 menjadi hari yang teramat spesial bagi PT. Enseval cabang Samarinda, karena kedekatan emosional, di sambut dan diberikan ijin oleh para tetua adat Suku Dayak Kenyah untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun di Balai Lamin Adat, yang merupakan tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat adat .

DoorprizeAcara ulang tahun, tersebut diikuti oleh seluruh karyawan beserta keluarga dan perwakilan dari principal .

Acara dimulai dengan Ritual upacara penyambutan oleh tetua adat sebagai pertanda pengusiran kesialan agar segala keburukan dan kejahatan dihilangkan sehingga acara berjalan dengan lancar. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian Pakaian Adat kepada Pimpinan Rombongan, dan pemberian kalung kepada 12 orang kepala bagian.

GoyangSelanjutnya  rombongan bersama sama berjalan menuju Balai Lamin. Sesampainya di atas Balai Lamin tetua Adat memberikan penyambutan dan menyerahkan tempat untuk bisa dipakai untuk menyelenggarakan pesta Ulang Tahun.

Berikutnya acara ceremonial ulant tahun bisa dilakukan,  acara demi acara berlangsung dengan lancar dan meriah.  Seluruh karyawan terlibat secara antusias dan aktif , sehingga situasi terlihat hidup dan riuh.

IMG_0131Tepat jam 13.30 wita, acara ceremonial Ulang Tahun selesai dan dilanjutkan dengan acara menyaksikan atraksi kesenian daerah Suku Dayak Kenyah.  Balai lamin menjadi penuh sesak karena sekitar 150 pengunjung umum diperbolehkan untuk masuk Lamin untuk menyaksikan Atraksi kesenian daerah tersebut.

JoanitaDiatara kerumunan pengunjung terlihat rombongan Artis Nasional Yoanita.

Jam 14.00 s/d jam 15.00 wita Balai Lamin senantiasa gemuruh oleh tepuk tangan pengunjung yang memberikan applaus atas Atraksi Tarian Suku Kenyah yang amat memukau.

Dalam Tarian Leleng, Pasukan Enggang terlihat dengan bersemangat ikut menari bersama masyarakat Dayak Kenyah Pampang.

Tetua  SukuSekitar jam 16.00 wita setelah puas berfoto-foto, rombongan pasukan ENGGANG ( EPM Samarinda ) berpamitan kepada para tetua adat dan kembali ke Markas Jl. IR Sutami Samarinda.

spandukSELAMAT ULANG TAHUN ENSEVAL, JAYALAH SELALU

ENGGANG 1 , Do The Best…..  ( oleh frans aso )

—->>  Sunday, October 11, 2009 Pampang Samarinda, a historic day for the Village Pampang. Since at 07.30 in the morning rush had begun. At about 10 am about 250 personnel ENGGANG troops began arriving in Pampang, they come with 2 buses and dozens of cars ….

In front of Hall Lamin, some indigenous elders have welcomed alert, and promptly at 10:15 wita ENGGANG  troops arrived in front of Lamin in a position directly facing the indigenous Dayak elders … few moments later the situation began to look nervous …

But a moment later, looking a speech and intimacy between them …, it does not want to hornbills troops invaded Lamin Hall, but they were paid a visit to commemorate the anniversary of their corps PT.  Enseval Putera Megatrading Tbk. who was celebrating the anniversary. 36.

PT. Enseval Putera Megatrading  is National Pharmaceutical Company of the leading in Indonesia, with branches spread all over Indonesia, with the number of branch offices around 40 branches spread of DI Aceh province to Papua.

Sunday, October 11, 2009 into a very special day for PT. Enseval Samarinda branch, because the emotional closeness, the welcome and was given permission by the elders of the indigenous Dayak Kenyah tribe to hold a birthday party on Indigenous Lamin Hall, which is considered sacred places by indigenous peoples.

Anniversary events, was followed by all employees and their families and representatives from the principal.

The event begins with the ritual of welcoming ceremony by indigenous elders as a sign of bad luck for the expulsion of all malice and wickedness is removed so that the event went smoothly. Then proceed with the use of traditional dress to the party leadership, and giving the necklace to the head section 12.

Further along the same party walked toward Central Lamin. Arriving at the Center of Indigenous elders Lamin provide a welcoming and gave the place to be used for Birthday party.

Ulant ceremonial event next year can be done, the event for the event smoothly and festive. All employees enthusiastically engaged and active, so the situation looks alive and boisterous.

Promptly at 13:30 wita, Birthday ceremonial events and finished watching the show continued with local arts attractions Dayak Kenyah tribe. Lamin hall became crowded because of about 150 public visitors are allowed to enter to watch Lamin art area attractions.

Among  crowd of visitors looking entourage Yoanita National Artist.

14:00 hrs s / d 15:00 hours Central wita Lamin always roar of applause that gives visitors the attractions applaus Kenyah dance very fascinating.

In dance Leleng, ENGGANG  troops seemed to go dancing with excitement Dayak Kenyah people Pampang.

wita around 16:00 hours after the picture-picture content, the group Helmeted troops (EPM Samarinda) said goodbye to the traditional elders and returned to Headquarters Jl. IR Sutami Samarinda.

HAPPY BIRTHDAY ENSEVAL ……

ENGGANG -1 , Do The Best ….. (By frans aso)

Kawin ADAT Dayak Kenyah, tradisi yang hampir ditinggalkan

Kawin  ADAT  Dayak Kenyah,

Seiring dengan arus modernisasi, maka tradisi dan budaya terkadang mulai tersamarkan bahkan terkikis ouforia berlabel modern.  Hal tersebut juga tengah menimpa masyarakat Dayak, terutama yang telah tinggal diperkotaan.  Sebagian besar dari mereka justru telah meninggalkan tradisi tersebut.

Disinilah keberadaan Desa Budaya Pampang menjadi teramat penting dan sentral sebagai Desa Cagar Budaya Suku Dayak Kenyah.  Di tempat ini dengan segala kesederhanaan masyarakat dayak Kenyah berjuang mempertahankan tradisi dan budayanya.  Selain atraksi kesenian rutin yang dilakukan setiap hari minggu,  setiap acara pernikahan, akan selalu ditutup dengan ritual pernikahan adat.

Acara Pernikahan Adat ini masih dirasa penting oleh warga Pampang untuk mempertahankan tradisi leluhur.  Biasanya dalam Pernikahan Adat akan diawali dari rumah mempelai berupa arak-arakan  menuju Lamin (Rumah Pamjang tempat acara nikah adat). Sesampai di depan Lamin akan disambut oleh sederetan penari dan tetua suku, untuk dilakukan ritual penyambutan memasuki lamin sebagai syarat agar acara dapat berlangsung dengan baik dan lancar.  Setelah itu mempelai akan diarak naik kedalam Balai Lamin untuk mengikuti acara puncak ritual nikah adat.  Acara Nikah adat akan dipimpin oleh para Tetua Suku.

Setelah ritual selesai, acara akan diakhiri dengan atraksi tarian. Disini kedua mempelai dan keluarga mempelai diwajibkan untuk menyumbangkan tarian sebagai wujud suka cita.  Setelah tarian selesai maka kedua mempelai akan diarak kembali menuju rumah. (oleh  frans aso )  …

DSC00222—-> Wedding Ceremony Dayak Kenyah,
Along with the current modernization, the traditions and culture began masked sometimes ouforia labeled eroded even modern. It would also override the Dayak community, especially those who have lived the cities. Most of them actually have to leave tradition.

Culture Village is where the existence of Pampang become extremely important and central as the Heritage Village Dayak Kenyah tribe. In this place with all the simplicity dayak Kenyah communities struggling to maintain tradition and culture. In addition to arts attractions routinely conducted every day of the week, every wedding, will always be closed with the customary marriage rites.

Traditional wedding event is still considered important by the citizens Pampang to maintain ancestral traditions. Usually in the Wedding Ceremony will be preceded by the bride’s house in the form of the procession to the Lamin (Long House where traditional marriage ceremony). Arriving in front of the Lamin will be greeted by an array of dancers and tribal elders, to be entered Lamin welcoming ritual as a condition for the event can go well and smoothly. After that the bride would be led into the Hall Lamin up to attend summit customary marriage rites. Marriage custom event will be led by Tribal Elders.

After the ritual finished, the event will end with a dance attractions. Here the bride and the bridegroom’s family is required to contribute a dance as a form of joy. After the dance is complete then the bride would be led back to the house. (by frans aso) …

Published in: on September 23, 2009 at 3:11 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Enggang Terbang, tarian khas Dayak Kenyah Kalimantan Timur

frans aso

frans aso

Tarian Enggang terbang adalah tarian khas suku Dayak Kenyah. Ditarikan oleh sekelompok gadis suku dayak dengan mengenakan hiasan dikepala bermotif  burung enggang.

Dalam setiap pementasan tarian di Desa Budaya Pampang, tarian ini menjadi tarian wajib, dan selalu ditarikan. Tarian enggang terbang ini mengisahkan perpindahan masyarakat Dayak dari satu tempat ke tempat lainnya secara berkelompok.

Selain tarian Enggang terbang beberapa tarian wajib yang hampir selalu ditarikan adalah : Tari Gong, Tari Anyam Tali, dan tari Undo’ Aban.  Sebagai penutup lambang persatuan dan persahabatan akan ditampilkan tarian Leleng, dimana dalam tarian ini para pengunjung diundang bergabung untuk menari bersama sama.

—>Enggang Terbang dance  is typical Dayak Kenyah tribe. Danced by a group of girls wearing the Dayak motif pat on the head ornaments of birds Enggang.

In each of the dance performances at the Culture Village Pampang, this dance became compulsory dances, and always danced. Enggang Terbang dance tells the Dayak movement from one place to another in groups.

In addition to several Enggang Terbang  dance compulsory dance that is almost always danced: Gong Dance, Anyam Tali Dance , and dance Undo ‘Aban. In closing symbol of unity and friendship will be displayed Leleng dance, which in this dance of the guests invited to join together to dance togethe  ( by frans aso )

Published in: on September 17, 2009 at 1:05 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Presiden 7 hari, suku Dayak Kalimantan

Asyik juga ngobrol dengan Amai Pebulung , seorang tetua Suku Dayak Kenyah Pampang.

Usianya sudah diatas 100 tahun, berjalan dengan dibantu tongkat, namun wajahnya senantiasa ceria, tatapan matanya tetap berbinar dan tajam, muka cerah penuh persahabatan.

Jika ngobrol dengan Amai Pebulung, anda tidak akan pernah bosan…beliau sanggup bercerita berjam-jam, gayanya yang ceria dan kocak dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar akan memberikan anda petualangan inspirasi, apalagi bagi anda yang suka menulis dan suka sejarah.

Mau membuat tulisan tentang asal usul Suku Dayak, atau asal usul Warga Dayak Pampang? tak perlu jauh jauh, anda akan mendapat informasi dari sumbernya langsung.  Saya termasuk orang yang beruntung karena sering ketemu beliau, salah satunya adalah kisah beliau bahwa beliau pernah menjadi PRESIDEN selama 7 hari……

Mau tau ceritanya…Jika anda kebetulan ada diSamarinda atau merencanakan perjalanan ke Samarinda  luangkan waktu berkunjung ke Pampang dan ketemu Amai Pebulung,  maka anda akan dapat cerita langsung dari sumbernya…. (by frans aso)

Published in: on September 16, 2009 at 1:59 pm  Comments (2)  
Tags: , , , ,

Mau ketemu Aku ? Datang ke Pampang

Selamat Datang

Selamat datang di Pampang, Desa wisata Budaya bukan buatan, tapi real pemukiman Suku Dayak Kenyah. Mudah di jangkau, hanya 20 menit dari terminal Lempake Samarinda utara ke arah Bontang… Mau ketemu aku..? Kunjungi Pampang…siapa bilang lepok Dayak itu menakutkan…!!!

Info lengkap, silahkan kupas blog ini… (by frans aso)

Obyek wisata Samarinda, Cultural Tourism

DAYAK KENYAH FAMILY Pampang, 20 menit dari terminal Lempake Samarinda Utara, adalah   Obyek wisata samarinda yang khas dan menarik.

Kampung dipinggir kota yang didiami oleh warga Suku Dayak Kenyah, dengan jumlah penghuni sekitar seribu jiwa.  Jika kita sedang melakukan perjalanan diKota Samarinda dan kebetulan pada hari minggu,  Pampang bisa menjadi pilihan kunjungan yang menarik.

Jika kebetulan anda menginap di hotel-hotel kota samarinda, dan ingin mengadakan perjalanan wisata menghabiskan libur minggunya, maka informasi ini boleh dipertimbangkan ( Tour Guide ) :

1. 08.00 wita : bangun pagi trus mandi (kata alm. mbah Surip) dan makan pagi.

2.09.00 wita : berkunjung ke Kebun Raya Samarinda (menikmati wisata alam )

3. 11.30 wita : berkunjung ke air terjun Tanah Merah (wisata alam air terjun )

4. 14.00 wita : berkunjung ke Wisata Budaya Pampang ( wisata Budaya Suku Dayak Kenyah, menyaksikan atraksi Budaya  mulai acara jam 14.00 s/d 15.00 ).

5. 16.00  wita : kembali ke base  , wah dah lengkap……………

inilah denahnya   —–>denah pampang by  frans aso.

Published in: on September 15, 2009 at 12:33 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

Puasa, Pengunjung Pampang berkurang

Minggu,  13 September 2009 ,

anak Dayak Bertepatan dengan bulan puasa, berdampak pada kunjungan wisatawan ke Pampang. Selama bulan puasa ini pengunjung sedikit berkurang. Namun demikian menurunnya jumlah pengunjung ini tidak mempengaruhi warga Pampang dalam menampilkan atraksi seni dan budayannya.  ” Memang biasanya bulan puasa agak sepi pengunjung, namun tahun ini jumlah pengunjung selama puasa jauh lebih banyak daripada tahun lalu “,  Atraksi seni budaya ini adalah acara rutin, sehingga ada ataupun tidak ada pengunjung kami akan tetap menari”  demikian disampaikan oleh Amai Pujang, beliua adalah ketua seksi kesenian Pampang.   Pernyataan tersebut bukanlah omong kosong, terlihat dari jumlah tarian yang ditampilkan lengkap dan tetap bersemangat… tak urung tampilan tersebut tetap memukau para pengunjung yang sebagian warga negara asing tersebut.

Dalam minggu, ini Pampang akan ramai dikarenakan adanya acara Pekan Remaja. Pekan Remaja ini akan berlangsung selama 1 minggu dan dibuka pada hari selasa 15 September 2009. Dalam acara pekan remaja biasanya akan banyak dilakukan kegiatan, diantaranya pertandingan olah raga, kesenian dll. Para peserta biasanya akan menginap dirumah-rumah warga Pampang. Dari sinilah kita bisa melihat persatuan dan kebersamaan warga Dayak Kenyah yang masih berlangsung dan terjaga sampai saat ini.  ( by frans aso )

Published in: on September 14, 2009 at 12:25 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

Tari GONG, traditional dance from Pampang

tari gongGadis-gadis suku Dayak Kenyah  dikenal dengan kecantikannya. Mereka sebagian besar amat  pandai menari, yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari hari. Tari Gong menceritakan kemolekan seorang gadis yang menari dengan gemulai diatas sebuah gong,  dimana gadis tersebut akan diperebutkan oleh 2 orang Pemuda Dayak yang gagah perkasa.

Kedua pemuda tersebut akan bertarung secara ksatria, sampai dengan salah satu diantaranya kalah. Dan akhirnya sang pemenang akan kembali bersama si gadis .

Saksikan tarian ini setiap hari minggu jam 14.00-15.00 wita. Di taman Wisata Budaya Pampang, Samarinda, kalimantan Timur.  (by frans aso)

—> Girls Dayak Kenyah tribe known for its beauty. They are mostly very good at dancing, which is an integral part of daily life. Dance Gong told loveliness of a girl who danced with graceful steps on a gong, which she will be contested by 2 people who Dayak Youth gallant.

Both these young men will fight knights, until one of them lost. And finally the winner will be back with the girl.

Watch this dance every day of the week at 14.00-15.00 wita. Cultural Tourism in the park Pampang, Samarinda, East kalimantan. (by frans aso)

Published in: on September 3, 2009 at 11:50 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,