Sumpit beracun

Tarian ini belum banyak di ekspos, belum banyak di ketahui bahkan belum menjadi sajian utama dalam atraksi seni budaya Dayak di desa Pampang.  Ibarat menu masakan tari menyumpit/tari berburu ini adalah menu khusus atau menu bonus.  Penyebabnya adalah sebagian besar warga enggan untuk menanpilkan kemahiran menyumpit tersebut dalam sebuah tarian, karena sumpit dianggap sebagai senjata rahasia.

Namun demikian dalam setiap penampilannya, Tari sumpit menjadi tarian yang paling menarik dan membuat detak jantung para pengunjung berdegub kencang.  Kenapa demikian ??? ada baiknya saksikan sindiri, karena tarian ini hanya ada di Desa Pampang.

Tari menyumpit/Tari berburu menceritakan pamuda dayak  dalam membela diri dengan senjata khas yaitu MANDAU,  dilanjutkan dengan kepiawaian berburu di hutan dengan senjata sumpit ( tombak panjang, berlubang didalamnya ).

Pengunjung akan melihat secara langsung bagaimana senjata sumpit di gunakan, bagaimana anak-anak sumpit tersebut bisa menancap pada batang-batang kayu ulin. Kalo lagi beruntung pengunjung akan diminta untuk mencoba meniup sumpit tersebut ke sasaran yang telah disiapkan.

Saksikan petualangan menarik ini hanya di Desa Pampang, Samarinda.  by frans aso

Iklan

Goa Kelelawar dan Air Terjun

Belum banyak orang yang tahu, bahwa di Lokasi Perbukitan Desa Pampang terdapat Air Terjun dan Goa kelelawar.

Bagi yang menyukai petualangan boleh juga di coba, letaknya berada di perbukitan, bisa ditempuh dengan berjalan kali kurang lebih memakan waktu 1 jam.

Jika cuaca lagi bagus dan tanahnya karing, bisa juga di tempuh dengan mengendarai sepeda motor.

Tempatnya masih asli, jarang sekali dikunjungi orang.

Hanya  warga suku Dayak pampang saja yang kebetulan berladang di sekitar daerah tersebut.   ( oleh frans aso )

Team Seni Budaya Malinau ke Melbourne

Panglima Sumpit DayakPemerintah Kabupaten Malinau memberikan perhatian yang besar terhadap pelestarian Seni Budaya Daerah Khas Kalimantan. Luar biasa.., dibawah komando Bupati Malinau Dr Drs Marthin Billa MM, team Seni tari Malinau sudah berhasil menenbus dan memperkenalkan budaya asli Kalimantan ke Jakarta dan berbagai negara baik asia maupun eropa, antara lain Jerman dan terakhir ke Merbourne.
Bagaimana dengan pemkot Samarinda…??? kita masih menunggu “keajaiban”.
Selamat untuk Pak Bupati Malinau, dan Kabupaten Malinau . ( oleh frans aso )

—> Malinau District Government to give greater attention to the preservation of the Regional Cultural Art  Kalimantan. Incredibly, under the command of the Malinau Regent Drs Dr Martin Billa MM, dance art team has succeeded in Malinau shown and introducing native culture Kalimantan to Jakarta and various countries both asia and europe, including Germany and the last to Merbourne.
What about the clerk’s Samarinda …??? we are still waiting for “miracles”.
Welcome To Mr. Malinau Regent, and Malinau. (By frans aso)

Foto Kenangan dari uma’ dado’ SUNI ASO

Minggu,  25 Oktober 2009, Lamin Pampang di banjiri pengunjung. Para pengunjung sebagian dari kota Samarinda, Kota Balikpapan, Bontang,  Jakarta , Semarang dll. Diantara pengunjung terlihat puluhan turis asing.

Atraksi seni budaya yang ditampilkan cukup lengkap, sebagai puncaknya adalah Atraksi Kepiawaian MENYUMPIT.  Sekitar jam 15.00 wita acara atraksi seni budaya selesai, namun para pengunjung terkesan enggan meninggalkan tempat duduknya.

loeksSebagian pengunjung menyempatkan singgah di uma’ dado’ SUNI ASO,  dengan bersemangat mereka meminjam pakaian Adat dan berfoto-ria,  mereka terlihat tidak ingin melewatkan kunjungan ke PAMPANG , maklum saja karena kebetulan rombongan tersebut datang jauh jauh dari kota Semarang dan kota Malang.

Tarif sewa pakaian Adat di uma’ dado’ SUNI ASO tergolong murah. 1 DSC01252set pakaian adat lengkap hanya dibandrol 25 ribu, itupun penyewa diberikan kenangan gelang cantik khas Pampang, dan  boleh berfoto/berpose sepuasnya.

Jika sedang ke Pampang, boleh juga singgah di sini…..  ( oleh frans aso )

—-> Sunday, October 25, 2009, Lamin Pampang in flooded visitors. The visitors some of the city of Samarinda, Balikpapan, Bontang, Jakarta, Semarang, etc.. Among the guests seen dozens of foreign tourists.

Cultural art attractions shown quite complete, as the peak is MENYUMPIT Attractions Standards. Around 15:00 wita attractions arts and culture events completed, but the visitors seemed reluctant to leave his seat.

Some  visitors took shelter in the uma’ dado’ SUNI ASO , with their vibrant traditional dress and borrow picture into raptures, they appear not want to miss a visit to the obvious, you know just because the group happens to come far away from the city of Semarang and Malang.

Traditional clothing rental rates in the uma ‘dado’ Suni ASO quite cheap. 1 set comprehensive custom clothes price only 25 thousand, and even then the tenant is given special memories Pampang beautiful bracelet, and can take pictures / poses full.

If you’re into Pampang, may also stop here ….. (By frans aso)

Bantuan Bank Mandiri untuk Pampang

asoKomitmen bank Mandiri untuk membantu Desa Pampang benar-benar direalisasikan. Bantuan senilai 50 juta rupiah diwujudkan dalam bentuk pembangunan pondok  penjualan soufenir yang terletak di samping Lamin dan pengecoran lantai pintu keluar masuk pelataran parkir Lamin.

Manfaatnya saat ini sudah bisa dirasakan oleh warga Pampang dan para pengunjung.  Langkah nyata Bank Mandiri yang peduli terhadap potensi seni  budaya Daerah ini, patut dipuji & diacungi dua jempol.  Selamat dan Terimakasih Bank Mandiri.  ( oleh frans aso )

—> Bank Mandiri’s commitment to assist the Village Pampang actually realized. Assistance worth 50 million rupiah realized in the form of development soufenir sales cabin located next to Lamin and foundry floor doorway Lamin parking lot.

Current benefits can be felt by residents and visitors Pampang. Bank Mandiri concrete steps that concerned about the potential of art and culture of this area, deserves praise  . Welcome and Thank You Bank Mandiri. (By frans aso)

— > Mandiri銀行のコミットメント村Pampang支援するために、実際に実現した。援助の価値は5000万ドルの開発で販売の形でラミンとファウンドリ階戸口ラミンの駐車場に隣接してキャビンを実現しました。

現 在の利点を住民や観光客Pampangが肌で感じることができます。 Mandiri銀行の具体的手順は、芸術とは、この地域の文化の可能性を懸念し、2つの親指を称賛 に値する。を歓迎し、あなたが Mandiri銀行ありがとうございます。 (フランス麻生)

Telinga Panjang

frsTelinga Panjang menjadi ciri khas orang Dayak, pada jaman dahulu hampir semua orang Dayak baik laki laki maupun perenpuan bertelinga panjang.  Menurut Amai Pebulung ( seorang tetua suku Dayak Pampang ), Orang dayak  dahulu banyak hidup di hutan, ingin membedakan antara manusia dengan monyet, “Jika telinganya pendek berarti dia itu monyet…..” demikian dikatakan oleh amai Pebulung sambil tertawa terkekeh kekeh…

Untuk kaum wanita jika telinganya semakin panjang dan bandul telinganya semakin banyak maka dia semakin cantik. Untuk kaum lelakinya biasanya bandul telinganya dibuat ukir-ukiran.

Di desa Pampang masih ada beberapa ibu-ibu yang bertelinga panjang, dan juga beberapa tetua adat yang masih bertelinga panjang. Sementara itu untuk generasi mudanya sudah tidak lagi membuat teliga panjang  ( oleh frans aso )

—-> Ear length is characteristic of the Dayaks, in the past almost everyone either male Dayak and long-eared women. According Amai Pebulung (A Pampang Dayak tribal elders), The first dayak many live in the forest, to distinguish between humans and monkeys, “If the short ears mean he’s a monkey …..” Thus Pebulung Amai said with a laugh  …

For women if the ears get longer and more ear pendant she was more beautiful then. For the boys usually pendant ears made carvings.

In the village Pampang there are still some mothers who are ear length, and also some traditional elders who are long-eared. Meanwhile, for the younger generation no longer make long ears (by frans aso)

Video Seni Tradisional suku Dayak Pampang

Atraksi kesenian suku dayak Kenyah ini bisa disaksikan secara rutin setiap hari minggu antara jam 14.00 s/d 15.00 WITA bertempat di Balai Lamin Adat Pampang Samarinda Kalimantan Timur.

Jaraknya cukup dekat dari pusat kota Samarinda, dari Terminal Lempake hanya 20 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Komitment para tetua adat dan masyarakat Pampang atraksi ini akan terus dilestarikan walaupun perhatian dari pemerintah amat memprihatinkan.

“Kami menari bukan semata-mata karena uang, tetapi kami ingin melestarikan Budaya warisan para leluhur” demikian kata seorang tetua adat. Semoga saja terjadi suatu keajaiban, sehingga Pemda Kaltim yang kaya raya ini dapat memberikan perhatian serius terhadap sektor Budaya, para pengusaha yang peduli terhadap citra budaya Kaltim, sudah saatnya kita memulai sekecil apapun berani memulai itu lebih baik…. ( oleh frans aso )

Potong rambut—-> Attractions Dayak Kenyah art can be seen on a regular basis every day of the week between the hours of 14:00 s / d located at Central 15:00 Lamin Indigenous Pampang Samarinda in East Kalimantan.

The distance is close enough from the center of Samarinda, the Terminal Lempake only 20 minutes journey by motor vehicle. Commitment of indigenous elders and community Pampang this attraction will continue to be preserved even if the attention of the government is very concerned.

“We dance not solely because of money, but we want to preserve the culture heritage of the ancestors” said an indigenous elder. Let’s hope a miracle occurs, so that local government of a wealthy East Kalimantan can give serious attention to the culture sector, the businessmen who care about the image Kaltim culture, it’s time we start the slightest courage to start it better …. (By frans aso)

Pampang diserbu 250 personel pasukan Enggang

enseval pampangMinggu,  11 Oktober 2009   Pampang Samarinda, menjadi hari yang bersejarah bagi Desa Pampang.  Sejak pukul 07.30 pagi kesibukan sudah mulai terasa.  Sekitar jam 10 pagi sekitar 250 personel pasukan ENGGANG mulai tiba di Pampang, mereka datang dengan menggunakan 2 buah bus dan belasan mobil….

Di depan Balai Lamin, beberapa tetua adat telah siaga menyambut , dan tepat jam 10.15 wita pasukan ENGGANG tiba didepan Lamin dalam posisi berhadap-hadapan langsung dengan para tetua adat Dayak … beberapa saat kemudian situasi mulai terlihat tegang …

Namun sejurus kemudian, terlihat sambutan dan keakraban diantara mereka…, ternyata pasukan ENGGANG tidak hendak menyerbu Balai Lamin, tetapi mereka sedang mengadakan kunjungan dalam rangka peringatan Ulang Tahun korp mereka  PT. Enseval Putera Megatrading Tbk.  yang sedang merayakan ulang tahun ke. 36.

tumpengPT. Enseval Putera Megatrading adalah Perusahan Besar Farmasi Nasional yang terkemuka di Indonesia, dengan cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan jumlah kantor cabang sekitar 40 cabang tersebar dari propinsi DI Aceh sampai dengan Papua.

Minggu, 11 Oktober 2009 menjadi hari yang teramat spesial bagi PT. Enseval cabang Samarinda, karena kedekatan emosional, di sambut dan diberikan ijin oleh para tetua adat Suku Dayak Kenyah untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun di Balai Lamin Adat, yang merupakan tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat adat .

DoorprizeAcara ulang tahun, tersebut diikuti oleh seluruh karyawan beserta keluarga dan perwakilan dari principal .

Acara dimulai dengan Ritual upacara penyambutan oleh tetua adat sebagai pertanda pengusiran kesialan agar segala keburukan dan kejahatan dihilangkan sehingga acara berjalan dengan lancar. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian Pakaian Adat kepada Pimpinan Rombongan, dan pemberian kalung kepada 12 orang kepala bagian.

GoyangSelanjutnya  rombongan bersama sama berjalan menuju Balai Lamin. Sesampainya di atas Balai Lamin tetua Adat memberikan penyambutan dan menyerahkan tempat untuk bisa dipakai untuk menyelenggarakan pesta Ulang Tahun.

Berikutnya acara ceremonial ulant tahun bisa dilakukan,  acara demi acara berlangsung dengan lancar dan meriah.  Seluruh karyawan terlibat secara antusias dan aktif , sehingga situasi terlihat hidup dan riuh.

IMG_0131Tepat jam 13.30 wita, acara ceremonial Ulang Tahun selesai dan dilanjutkan dengan acara menyaksikan atraksi kesenian daerah Suku Dayak Kenyah.  Balai lamin menjadi penuh sesak karena sekitar 150 pengunjung umum diperbolehkan untuk masuk Lamin untuk menyaksikan Atraksi kesenian daerah tersebut.

JoanitaDiatara kerumunan pengunjung terlihat rombongan Artis Nasional Yoanita.

Jam 14.00 s/d jam 15.00 wita Balai Lamin senantiasa gemuruh oleh tepuk tangan pengunjung yang memberikan applaus atas Atraksi Tarian Suku Kenyah yang amat memukau.

Dalam Tarian Leleng, Pasukan Enggang terlihat dengan bersemangat ikut menari bersama masyarakat Dayak Kenyah Pampang.

Tetua  SukuSekitar jam 16.00 wita setelah puas berfoto-foto, rombongan pasukan ENGGANG ( EPM Samarinda ) berpamitan kepada para tetua adat dan kembali ke Markas Jl. IR Sutami Samarinda.

spandukSELAMAT ULANG TAHUN ENSEVAL, JAYALAH SELALU

ENGGANG 1 , Do The Best…..  ( oleh frans aso )

—->>  Sunday, October 11, 2009 Pampang Samarinda, a historic day for the Village Pampang. Since at 07.30 in the morning rush had begun. At about 10 am about 250 personnel ENGGANG troops began arriving in Pampang, they come with 2 buses and dozens of cars ….

In front of Hall Lamin, some indigenous elders have welcomed alert, and promptly at 10:15 wita ENGGANG  troops arrived in front of Lamin in a position directly facing the indigenous Dayak elders … few moments later the situation began to look nervous …

But a moment later, looking a speech and intimacy between them …, it does not want to hornbills troops invaded Lamin Hall, but they were paid a visit to commemorate the anniversary of their corps PT.  Enseval Putera Megatrading Tbk. who was celebrating the anniversary. 36.

PT. Enseval Putera Megatrading  is National Pharmaceutical Company of the leading in Indonesia, with branches spread all over Indonesia, with the number of branch offices around 40 branches spread of DI Aceh province to Papua.

Sunday, October 11, 2009 into a very special day for PT. Enseval Samarinda branch, because the emotional closeness, the welcome and was given permission by the elders of the indigenous Dayak Kenyah tribe to hold a birthday party on Indigenous Lamin Hall, which is considered sacred places by indigenous peoples.

Anniversary events, was followed by all employees and their families and representatives from the principal.

The event begins with the ritual of welcoming ceremony by indigenous elders as a sign of bad luck for the expulsion of all malice and wickedness is removed so that the event went smoothly. Then proceed with the use of traditional dress to the party leadership, and giving the necklace to the head section 12.

Further along the same party walked toward Central Lamin. Arriving at the Center of Indigenous elders Lamin provide a welcoming and gave the place to be used for Birthday party.

Ulant ceremonial event next year can be done, the event for the event smoothly and festive. All employees enthusiastically engaged and active, so the situation looks alive and boisterous.

Promptly at 13:30 wita, Birthday ceremonial events and finished watching the show continued with local arts attractions Dayak Kenyah tribe. Lamin hall became crowded because of about 150 public visitors are allowed to enter to watch Lamin art area attractions.

Among  crowd of visitors looking entourage Yoanita National Artist.

14:00 hrs s / d 15:00 hours Central wita Lamin always roar of applause that gives visitors the attractions applaus Kenyah dance very fascinating.

In dance Leleng, ENGGANG  troops seemed to go dancing with excitement Dayak Kenyah people Pampang.

wita around 16:00 hours after the picture-picture content, the group Helmeted troops (EPM Samarinda) said goodbye to the traditional elders and returned to Headquarters Jl. IR Sutami Samarinda.

HAPPY BIRTHDAY ENSEVAL ……

ENGGANG -1 , Do The Best ….. (By frans aso)

Mau ketemu Aku ? Datang ke Pampang

Selamat Datang

Selamat datang di Pampang, Desa wisata Budaya bukan buatan, tapi real pemukiman Suku Dayak Kenyah. Mudah di jangkau, hanya 20 menit dari terminal Lempake Samarinda utara ke arah Bontang… Mau ketemu aku..? Kunjungi Pampang…siapa bilang lepok Dayak itu menakutkan…!!!

Info lengkap, silahkan kupas blog ini… (by frans aso)

Obyek wisata Samarinda, Cultural Tourism

DAYAK KENYAH FAMILY Pampang, 20 menit dari terminal Lempake Samarinda Utara, adalah   Obyek wisata samarinda yang khas dan menarik.

Kampung dipinggir kota yang didiami oleh warga Suku Dayak Kenyah, dengan jumlah penghuni sekitar seribu jiwa.  Jika kita sedang melakukan perjalanan diKota Samarinda dan kebetulan pada hari minggu,  Pampang bisa menjadi pilihan kunjungan yang menarik.

Jika kebetulan anda menginap di hotel-hotel kota samarinda, dan ingin mengadakan perjalanan wisata menghabiskan libur minggunya, maka informasi ini boleh dipertimbangkan ( Tour Guide ) :

1. 08.00 wita : bangun pagi trus mandi (kata alm. mbah Surip) dan makan pagi.

2.09.00 wita : berkunjung ke Kebun Raya Samarinda (menikmati wisata alam )

3. 11.30 wita : berkunjung ke air terjun Tanah Merah (wisata alam air terjun )

4. 14.00 wita : berkunjung ke Wisata Budaya Pampang ( wisata Budaya Suku Dayak Kenyah, menyaksikan atraksi Budaya  mulai acara jam 14.00 s/d 15.00 ).

5. 16.00  wita : kembali ke base  , wah dah lengkap……………

inilah denahnya   —–>denah pampang by  frans aso.

Published in: on September 15, 2009 at 12:33 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,